BANDUL SEDERHANA
Diposkan oleh Gilang Eka Prasetyo
1). PENGERTIAN
Gerak Harmonik Sederhana (GHS)
adalah gerak periodik dengan lintasan yang ditempuh selalu sama (tetap). Gerak
Harmonik Sederhana mempunyai persamaan gerak dalam bentuk sinusoidal dan
digunakan untuk menganalisis suatu gerak periodik tertentu. Gerak periodik
adalah gerak berulang atau berosilasi melalui titik setimbang dalam interval
waktu tetap. Gerak Harmonik Sederhana dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu :
a. Gerak Harmonik
Sederhana (GHS) Linier, misalnya penghisap dalam silinder gas, gerak osilasi air
raksa / air dalam pipa U, gerak horizontal / vertikal dari pegas, dan
sebagainya.
b. Gerak Harmonik
Sederhana (GHS) Angular, misalnya gerak bandul/ bandul fisis, osilasi ayunan
torsi, dan sebagainya.
Beberapa Contoh Gerak
Harmonik:
a. Gerak harmonik pada
bandul: Sebuah bandul adalah massa (m) yang digantungkan pada salah satu
ujung tali dengan panjang l dan membuat simpangan dengan sudut kecil. Gaya yang
menyebabkan bandul ke posisi kesetimbangan dinamakan gaya pemulih yaitu dan
panjang busur adalah Kesetimbangan gayanya. Bila amplitudo getaran tidak kecil
namun tidak harmonik sederhana sehingga periode mengalami ketergantungan pada
amplitudo dan dinyatakan dalam amplitudo sudut.
b. Gerak harmonik
pada
pegas: Sistem pegas adalah sebuah pegas dengan konstanta pegas (k)
dan diberi massa pada ujungnya dan diberi simpangan sehingga membentuk gerak
harmonik. Gaya yang berpengaruh pada sistem pegas adalah gaya Hooke.
c. Gerak Harmonik Teredam
Secara umum gerak osilasi sebenarnya teredam. Energi mekanik
terdisipasi (berkurang) karena adanya gaya gesek. Maka jika dibiarkan, osilasi
akan berhenti, yang artinya GHS-nya teredam. Gaya gesekan biasanya dinyatakan
sebagai arah berlawanan dan b adalah konstanta menyatakan besarnya redaman.
dimana = amplitudo dan = frekuensi angular pada GHS teredam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
my style